Kamis, 07 November 2013

habibe hafsah

Kelemahan kelumpuhan fisik tidak harus selalu pada kelumpuhan diri. Itulah pilihan yang diambil oleh seorang Habibie Afsyah. Penyakit yang kian hari membuat tubuhnya semakin mengecil dan nyaris lumpuh terbukti tidak mampu menciutkan keputusan dan nyali hidupnya untuk melejitkan diri.
1259c75174f98c725dfcb14180137bdc_images-13
0974b9cee418d5575207ecab19092364_images-12
Tidak hanya itu, vonis dokter yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan hidup lebih dari usia 25 tahun justru memacunya menjadi pebisnis muda ya
ng sukses dan membahagiakan orang-orang yang dia cintai. Dahsyatnya, Habibie tetaplah manusia biasa. Ia pernah merasa kecewa, frustasi, dan marah dengan keadaan dirinya. Ia mengalami pergulatan batin yang luar biasa sebelum akhirnya menerima kondisi
dirinya secara ikhlas. Rahasianya ternyata ia punya ibu yang hebat, Endang Setyati.
Ibu Endang sangatlah sayang kepada anaknya, Habibie. Sejak lahir, fungsi sarafnya terus menurun, bahkan diperkirakan usianya tidak panjang. Yang istimewa dari cara Endang mendidik Habibie adalah perlakuannya kepada sang anak. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, bahkan hanya bias menggerakkan satu jari, Endang tetap menyekolakan Habibie di sekolah biasa bukan sekolah luar biasa.
Selain hobi bermain game, Habibie juga hobi internetan dari SMP. Boleh jadi, karena keterbatasannya itu, ia sering kali menghabiskan banyak waktu hanya dengan bermain game dan internetan
Keprihatinan ibunya terhadap masa depan Habibie membuatnya berpikir,”apa yang bias dilakukan oleh Habibie supaya kelak ia tidak merepotkan orang lain dan bias mandiri ?”. akhirnya Endang menemukan titik terang sekitar pertengahan tahun 2006.
“Saat itu, ada penawaran pelatihan internet marketing. Saya piker, itu mungkintepat buat anak saya karena memang ia sejak lama sudah mempunyai hobi dalam bidang internet,” jelas ibunya.
Maka, Endang pun memasukkan Habibie untuk ikut pelatihan internet marketing. Pada awalnya Habibie belum tertarik dengan program tersebut. Pada pelatihan pertama, hasilnya pun belum maksimal. Sebab, yang diajarkan hanya pengetahuan dasar.
Setelah memahami pelatihan dari mentornya, Habibie sewaktu pertama kalinya mendapat kiriman uang 120 dolar AS ia sangat senang. Ternyata , sesuatu yg dilakukan selama ini ada hasilnya. Maka, sejak itu, ia semakin giat main di internet marketing. Akhirnya, pada Desember 2008, ia sudah bias menghasilkan uang 5.986 dolar AS. Itulah yang membuat kepercayaan dirinya semakin tumbuh.
Kini, mutiara yang tergolek lemah tertutup pasir dilautan itu mampu berkilap berkat sentuhan dan ketegasan seorang ibu terhadap anaknya yang mempunyai kelemahan. Berkat kegigihan ibunya menemukan “profesi” yang pas untuk anaknya, kini kelemahan hanya tinggal menjadi predikat. Kerusakan saraf yang diderita berkat dorongan ibunta, saat ini berubah menjadi semangat menggebu untuk meraih hasil maksimal..
SEMOGA BERMANFAAT DAN MEMBERI INSPIRASI UNTUK ANDA . SELAMAT BERKARYA !!!
SALAM SUKSES UNTUK KITA SEMUA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar